Apa kaitan dengan Valentine's Day??...
Sudah tentu ada kaitannya!!
Valentine's Day juga di sama ertikan sebagai "Hari Berkasih Sayang" or "Making Love Day"...uhhhh!! dari situ kita da dapat grab meaning of valentine's day ni...
seperti kata Ustazah Siti Nurbaya, sebelum kita meraikannya, lets us find the history of it...
Dalam kepercayaan Pagan Roma, bulan Februari dianggap sebagai bulan penuh "cinta" (it is Love, but not affection) dan bulan kesuburan. Lupercalian atau Lupercus sendiri merupakan nama Dewa Kesuburan (Dewa Pertanian dan Gembala), yang dipercaya berwujud seorang lelaki perkasa dan berpakaian setengah telanjang dengan hanya menutupi tubuhnya dengan kulit kambing. Mitologi mengenai Lupercus terkait erat dengan kisah Remus dan Romulus yang tinggal di bukit Palatine dan diyakini kisahnya mengawali pembangunan Kota Roma.
Selain Roma, kepercayaan Pagan Yunani Kuno juga meyakini bulan Februari, tepatnya pertengahan Januari dan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari, merupakan bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada perkawinan suci Dewa Zeus dan Hera. Baik kepercayaan Pagan Roma maupun Pagan Yunani, keduanya meyakini bahwa Februari merupakan bulan penuh gairah dan cinta...
Lupercalia Festival
Lupercalia Festival merupakan sebuah perayaan yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata (diambil sempena dari bulan Februari). Pada tanggal 13-nya, di pagi hari, pendeta tertinggi pagan Roma menghimpun para pemuda dan pemudi untuk mendatangi kuil pemujaan. Mereka dipisah dalam dua barisan dan sama-sama menghadap altar utama. Semua nama perempuan muda ditulis dalam lembaran-lembaran kecil. Satu lembaran kecil hanya boleh berisi satu nama. Lembaran-lembaran yang berisi nama-nama perempuan muda itu lalu dimasukkan kedalam bekas mirip kendi besar, atau ada juga yang menyebutnya di masukan ke dalam bekas mirip botol besar.
Setelah itu, sang pendeta yang memimpin upacara mempersilakan para pemuda maju satu persatu untuk mengambil satu nama gadis yang telah berada di dalam bekas randomly, hingga bekas tersebut kosong. Setiap nama gadis yang diambil, maka sang empunya nama harus menjadi kekasih pemuda yang mengambilnya dan berkewajiban melayani segala yang diinginkan sang pemuda tersebut selama setahun hingga Lupercalian Festival tahun depan. Astaghfirullahhalazim!...
Tanpa ikatan perkawinan, mereka bebas berbuat apa saja dan malam pertama di hari itu, malam menjelang 14 Februari hingga malam menjelang 15 Februari, di seluruh kota, para pasangan baru itu merayakan apa yang kini disebut sebagai "Hari Kasih Sayang". Suatu istilah yang benar-benar keliru dan lebih tepat disebut sebagai "Making Love Day" @ Malam Kemaksiatan...
Pada tanggal 15 Februari, setelah sehari penuh para pasangan baru itu melepaskan syahwatnya, mereka secara berpasang-pasangan kembali mendatangi kuil pemujaan untuk memanjatkan doa kepada Dewa Lupercalia agar dilindungi dari gangguan serigala dan roh jahat. Dalam upacara ini, pendeta pagan Roma akan membawa dua ekor kambing dan seekor anjing yang kemudian disembelih diatas altar sebagai persembahan kepada Dewa Lupercalia atau Lupercus. Persembahan ini kemudian diikuti dengan ritual meminum anggur.
Setelah itu, para pemuda mengambil satu lembar kulit kambing yang telah tersedia dan berlari di jalan-jalan kota sambil diikuti oleh para gadis. Jalan-jalan kota Roma meriah oleh teriakan dan cheers para muda-mudi, di mana yang perempuan berlumba-lumba mendapatkan sentuhan kulit kambing terbanyak dan yang pria berlumba-lumba menyentuh gadis sebanyak-banyaknya.
Para perempuan Romawi kuno di zaman itu sangat percaya bahwa kulit kambing yang dipersembahkan kepada Dewa Lupercus tersebut memiliki daya magis yang luar biasa, yang mampu membuat mereka bertambah subur, muda, dan cantik. Semakin banyak mereka bisa menyentuh kulit kambing tersebut maka mereka yakin akan bertambah cantik dan subur.
Upacara yang sangat dinanti-nantikan orang-orang muda di Roma ini menjadi salah satu perayaan favorite. Hal ini tidak aneh mengingat kehidupan masyarakat Pagan Roma memang sangat menuhankan keperkasaan (kejantanan), kecantikan, dan seks. Bahkan para Dewa dan Dewi tuhan mereka digambarkan sebagai seorang lelaki perkasa dan perempuan yang cantik dan menawan, dengan pakaian yang minimum bahkan telanjang sama sekali. Bangsa Roma memang sangat memuja kesempurnaan raga. Sampai sekarang, pusat-pusat bina badan (bodybuilding) yang menjadi salah satu "tren orang modern" disebut sebagai Gymnasium atau disingkat Gym saja, yang berasal dari istilah Roma yang bermaksud tempat membina tubuh.
Teringat pulak saya kisah Lillian Tan, atau dikenali sebagai Badang Wanita...wanita yang mempunyai badan seperti lelaki seperti Sazali Samad...
sambung semula pada history tadi...
Tradisi pemujaan terhadap keperkasaan dan kecantikan ini, dan tentunya semuanya bermula pada pendewaan terhadap syahwat, tidak menghilang saat Roma dijadikan pusat Gereja Barat oleh Kaisar Konstantin. Gereja malah mengabdikan ritual pesta syahwat ini dengan memberinya ‘bungkus kekristenan’ dengan mengganti nama-nama gadis dan para pemuda dengan nama-nama Paus atau Pastor atau orang-orang suci seperti Santo atau Saint (laki-laki) atau Santa (Perempuan). Mereka yang melakukan ini adalah Kaisar Konstantin sebagai Paus pertama dan Paus Gregory I. Bahkan pada tahun 496 M, Paus Gelasius I menjadikan Lupercalian Festival ini menjadi perayaan Gereja dengan memunculkan mitos tentang Santo Valentinus (Saint Valentine’s) yang dikatakan meninggal pada 14 Februari.
Inilah apa yang sekarang kita kenal sebagai "The Valentine’s Day". Lupercalian Festival yang sesungguhnya lebih tepat disebut sebagai "Making Love Day", merupakan asal usul peringatan ini oleh sejumlah pihak yang ingin mendapat keuntungan dari ritual tersebut dan momentum itu disebut sebagai "Hari Kasih Sayang", sesuatu yang sangat jauh dan berbeza pada dasarnya.
Tidak perlulah kita nak comment apatahlagi memperlekehkan orang yang menyambutnya...
Biasakan diri bersangka baiklah dengan sesuatu perkara walau buruk macam manapun ia.
Bila kita bersangka buruk pada sesuatu walaupun sedikit, kesannya kia akan terbiasa untuk bersangka buruk pada perkara-perkara lain, dari sekecil-kecil perkara hinggalah ke sebesar-besar perkara.
Moga dari sikap suka bersangka baik tu kita ditemukan dengan orang yang baik-baik serta ditemukan dengan situasi yang baik-baik dab terhindar hidup kita dari ditemukan dengan masalah senantiasa kesan dari sikap kita yang suka bersangka buruk dan berkata buruk....
InsyaAllah~
Sebaik-baik cinta adalah cinta yang diikat oleh akad nikah, halal di sisi agama...bersama kita bermuhasabah diri...(=
God loves the pious rich person who is inconspicuous. (Muslim) ((^_^)v)

No comments:
Post a Comment